Menggunjing Atau Menjelek-jelekkan Merusak Kehormatan Seseorang

Kapolda Jadi Khatib di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong

Poldakaltim.com, TENGGARONG,- Hari ini, Jumat 14 April 2017 yang bertepatan dengan hari libur nasional memperingati wafatnya Nabi Isa As, jajaran Polda Kaltim tetap eksis melaksanakan “Safari Jumat”. Jumat kali ini,  Safari Jumat dilakukan di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kaltim.

Dalam safari ini, Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs. Safaruddin yang diminta pengurus masjid menjadi khatib Jumat, membawakan tema kemajuan tehnologi jangan dijadikan sebagai ajang untuk memecah belah kebersamaan. Di antara seribuan jamaah salat Jumat, tampak hadir Kabid Humas Polda Kaltim, Kapolres Kukar, Sekda Kabupaten Kutai Kartanegara, jajaran DPRD Kukar dan toko-tokoh masyarakat, dan agama.

Dalam bagian khotbahnya, Kapolda Kaltim selaku khatib  mengingatkan bahwa dalam Islam mengharuskan orang-orang muslim berperilaku dengan perasaan, dan hati yang bersih. Menjaga lisan, menjaga rahasia pribadi masing-masing, serta berakhlak mulia, terhadap diri dan seluruh umat manusia di alam semesta ini.

Seperti yang telah diingatkan Allah dalam Alquran, yakni Surat Al Hujarat  ayat 12 yang artinya: Hari orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari buruk sangka atau kecurigaan, karena  sebagian dari buruk sangka itu adalah dosa dan janganlan suka mencari-cari keburukan orang lain.

“Menggunjing, atau menjelek-jelekkan orang itu menyebabkan rusaknya kehormatan seseorang. Merusak hati dan ketentraman masyarakat, serta menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Kapolda Kaltim.

Dalam riwayat Abu Daud, pada waktu Nabi Muhammad SAW pada Isra Mikraj, pada langit ke sekian, Nabi Muhammad melihat ada kaum yang kukunya panjang, terbuat dari tembaga. Pekerjaanya menggaruk-garuk dadanya. Nabi bertanya kepada Jibril, dan dijawab itu adalah kaum waktu dia hidup, suka mengunjing orang, suka membicarakan kejelekan orang, suka mencari kesalahan orang. Maka kukunya diperpanjang terbuat dari tembaga.

“Sepulang dari salat jumat ini, coba kita merenung, bertafakur. Melihat jari-jari tangannya. Tangan saya ini, kukunya panjang atau tidak. Terbuat dari tembaga, yang nanti di akhirat akan menggaruk-garuk di dada. Kalau kuku kita panjang, saya mengharapkan segera bertobat. Mulai saat ini jangan kita menggunjing orang lagi. Jangan mencari-cari kejelekan orang lagi,” kata Kapolda.

Usai melakukan salat Jumat berjamaah, Kapolda bersilaturahmi dengan para pengurus Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, dan menyempatkan diri untuk berfoto bersama. Pada kesempatan itu pula, Kapolda Kaltim menyerahkan sebanyak 25 Alquran kepada pengurus, untuk menambah koleksi dan bacaan bagi para jamaah.

(Humas Polda Kaltim)

 

 

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password