Dampak Kebijakan Hemat Listrik, Kesatrian Brimob Migrasi ke Listrik Pintar

Balikpapan – Selama ini pelanggan PLN di asrama-asrama baik pemerintah, TNI maupun Polri mendapat layanan listrik paskabayar, yaitu Pelanggan menggunakan energi listrik dulu dan membayar belakangan, pada bulan berikutnya. Setiap tahun, anggaran pemakaian daya listrik PLN di Polda Kaltim dan jajarannya selalu mengalami defisit. Kebijakan penghematan dikeluarkan melalui instruksi presiden.

Pemakaian listrik yang tak hemat disebabkan belum adanya kesadaran seluruh anggota Polri dalam menghemat energi listrik kesatrian di asrama polisi yang dalam pembayarannya ditanggung oleh Polda Kaltim. Instruksi Presiden No 13/2011 tentang penghematan energi dan air pada seluruh instansi pemerintah dan lembaga termasuk di dalamnya diperintahkan kepada Kapolri untuk melakukan langkah-langkah inovasi penghematan listrik dan air.

Pada bulan Mei ini PT. PLN (Persero) Rayon Balikpapan telah merealisasikan migrasi dari Paska Bayar ke Listrik Pintar untuk asrama-asrama Polri di lingkungan kesatrian Brimob sebanyak 110 pelanggan yang dikerjakan oleh kontraktor swasta dengan didampingi personel dari Sitekom Satbrimob dalam waktu  pengerjaannya selama satu minggu.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Heri Heryandi, SIK menjelaskan bahwa tujuan dari penggantian meteran listrik dari paska bayar menjadi prabayar adalah untuk efisiensi penggunaan listrik. “Ini sedang pengerjaan di asrama Brimob Stalkuda Balikpapan,” kata Kombes Pol. Heri Heryandi.

“Nantinya seluruh rumah dinas dan asrama Brimob yang ada di jajaran Batalyon B Samarinda dan Batalyon C Kaltara juga diberlakukan sama, dengan penggantian ini diharapkan anggota dapat memantau pemakaian listrik sehari-hari dan setiap saat.” imbuh Kombes Heri Heryandi.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password