Pesan Kebangsaan Kapolda Kaltim: Waspada Adu Domba dan Jaga Keamanan

Ratusan Tokoh Kaltim Hadiri Silaturahmi Kebangsaan di Balikpapan

BALIKPAPAN, Poldakaltim.com,– Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Safaruddin merupakan satu dari ratusan tokoh Kaltim yang hadir dalam Silaturahmi Kebangsaan yang digelar oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FKB) Balikpapan di Gran Senyiur, Balikpapan, Sabtu (9/9/2017) .

Dalam kegiatan ini tokoh Kaltim yang hadir diantaranya Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, Pembina Forum Kebangsaan Kaltim HM Jos Soetomo, Wali Kota Balikpapn Rizal Effendi, Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Muhammad Nur Rahmad. Ini merupakan ajang silaturahmi dengan kebangsaan dengan mengusung kebinekaan adalah tonggak pemersatu bangsa yang harus dipandang dengan kebanggaan, memperkokoh persaudaraan anak bangsa, demi keutuhan NKRI.

Kapolda Kaltim dalam pesan kebangsaan mengatakan agar tidak mudah dipecah belah seperti pada zaman penjajahan, maka kita harus bersatu. Sekarang ini kita masuk dalam era kemerdekaan, dan era globalisasi yang ditandai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

Melalui media sosial, tantangan kita ke depan. Banyak adu domba melalui media sosial. Menghujat orang lain melalui media sosial. Sehingga kita saling menghujat di situ. Kita harus waspada terhadap adu domba yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yang sebetulnya tidak menginginkan Indonesia maju ke depan.

“Alhamdulillah kita melalui forum-forum seperti ini, kita sudah cukup kuat menghadapi guncangan seperti itu. Saya yakin, Kalimantan Timur akan maju ke depan dan semakin sejahtera. Tetapi kuncinya jaga keamanan dulu,” kata Kapolda Kaltim.

Dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan ini juga disuguhkan pentas budaya untuk mengenang leluhur bangsa. Beberapa tarian khas daerah yang ditampilkan antara lain, tari Jepen dari Kutai Kartanegara, Datun Julud dari Dayak Kenyah, Madihin dari Banjar, Tor-Tor dari Sumatera Utara, Padupa dari Bone Sulawesi Selatan, Gordang Sambilan dari Mandailing, dan Tari Perang Dayak Bahau.

Sementara itu para tokoh yang hadir dengan memakai busana khas nasional, sempat membubuhkan tandatangan di atas papan pernyataan yang berisi tentang “Kebhinekaan”. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggalang, mempertemukan semua masyarakat dan tokoh masyarakat, tokoh adat yang ada di Balikpapan.

“Dalam memperingati HUT RI ke-72 pada bulan Agustus kemarin, FPK ingin memperkokoh persaudaraan anak bangsa, untuk nusantara jaya demi keutuhan NKRI,” kata Ketua Panitia Tumpal Dolok Saribu.

(Humas Polda Kaltim)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password