Dua ‘Monster’ Cabul Berhasil Diamankan Polres Tarakan

TARAKAN – Meski usianya sudah renta, ternyata tidak menyurutkan pria berinisial AL (51) ini berbuat tindak asusila. Bahkan, korbannya bisa dibilang adalah cucunya lantaran korban masih berusia 5 tahun. Parahnya lagi, anak perempuan bernama Mawar –nama disamarkan— itu adalah anak kerabatnya sesama nelayan.

Tidak hanya Mawar, kejadian serupa juga menimpa Melati (14). Namun, bukan AL yang mencabuli anak kecil tersebut, melainkan pelaku lainnya berinisial AW (33). Melati dicabuli oleh AW di salah satu penginapan di Kelurahan Karang Anyar.

Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas, Ipda Denny Mardiyanto mengatakan, perbuatan cabul yang menimpa Mawar terjadi sekira pukul 09.00 Wita, Sabtu (9/12). AL saat itu ingin beristirahat dan menunggu rekannya di rumah kerabatnya di sekitar wilayah Beringin, Kelurahan Selumit Pantai.

“Jadi pas di rumah temannya itu, ada anaknya Mawar yang masih berumur 5 tahun, langsung pelaku tarik,” ungkap Denny.

Lebih lanjut dijelaskan Denny, saat ditarik AL, Mawar langsung dicabuli pelaku dengan cara memasukan jari tangannya ke dalam kemaluan Mawar. Setelah melakukan aksinya itu, Mawar langsung berlari keluar dalam keadaan darah bercucuran dari kemaluannya. “Karena tadi bapaknya Mawar belum tiba dari melaut, dia lakukanlah pencabulan itu. Pas ibunya korban tahu, dia langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Tarakan hari Sabtu,” jelasnya.

Denny mengatakan, setelah mendapat laporan, pelaku langsung dibekuk aparat kepolisian di lokasi yang sama sekira pukul 12.00 Wita. Kepada polisi, AL mengaku tega melakukan perbuatan tersebut hanya karena bercanda. Namun, polisi tetap mengamankan pria yang belum memiliki anak ini ke Mako Polres Tarakan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, pelaku berinisial AW diketahui melakukan pencabulan terhadap Melati di salah satu losmen di sekitar Kelurahan Karang Anyar, Rabu 29 November lalu. Akan tetapi, pihak keluarga yang diwakili oleh kakak kandung Melati baru melaporkan kejadian pelecehan itu, Sabtu (10/12) lalu.

“Korban (Melati) berencana mencari indekos dan ditemani si pelaku. Tapi, bukannya mencari kos, AW langsung bawa Melati ke losmen,” beber Ipda Denny.

Setelah membawa ke losmen AW langsung meniduri Melati. Sebelum pakaiannya dibuka, pelaku sempat mengatakan siap bertanggung jawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan. “Awalnya dia suruh baring-baring saja, tapi langsung ditindis. Pas bilang seperti itu (AW berjanji bertanggung jawab), Melati langsung membuka bajunya dan terjadilah persetubuhan badan atas dasar suka sama suka,” ungkap Denny.

Awalnya, keluarga korban tak mengetahui peristiwa cabul itu. Informasi itu baru diketahui saat korban bercerita pada teman kakaknya. Rekan kakaknya mendengar hal tersebut langsung mengadu pada kakak kandung korban. Karena tidak terima pengaduan dari temannya itu, kakak korban melapor kejadian tersebut ke Polres Tarakan.

“Dia langsung lapor kalau dia sudah digituin. Barulah kakaknya langsung yang melapor karena tidak terima perbuatan si AW ini,” ujarnya.

Polisi yang sigap dengan informasi itu langsung mengamanakan AW di hari yang sama di kediamannya di Kelurahan Karang Anyar Pantai. AW mengaku, baru pertama kali meniduri korban. Demi mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku diancam dengan pasal 287 dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

“Untuk korbannya ini (Melati) sudah tidak sekolah, karena sudah putus sekolah sejak lulus SD lalu,” pungkasnya.

HUMAS POLDA KALTIM

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password