Pentingnya Public Speaking

Poldakaltim.com – Tuntutan dan harapan terhadap profesionalisme Polri semakin tinggi. Refleksi harapan masyarakat yang lebih terhadap Polri telah tergambar dari sasaran perubahan mindset dan culture set Polri sebagaimana yang ditegaskan oleh Presiden Republik Indonesia dengan melaksanakan gerakan perubahan melalui revolusi mental dan reformasi birokrasi, dimana pencapaian sasaran perubahan tersebut tentu saja akan mengubah wajah Polri dalam memberikan pelayanan publiknya kepada masyarakat. Dalam program reformasi birokrasi Polri ada 3 (tiga) jalur untuk melakukan perubahan budaya organisasi yaitu kepemimpinan, sistem dan struktur serta individual. Dari ketiga unsur tersebut yang paling menentukan adalah merubah budaya individual, sebab budaya individual yang akan menjelma dalam budaya kepemimpinan dan akan mempengaruhi pembangunan sistem dan struktur suatu organisasi.

Untuk merubah budaya di atas yang sejalan dengan bergulirnya Reformasi Birokrasi Polri serta 11 program prioritas Kapolri, maka Polri harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Upaya yang terus dikedepankan adalah melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan serta pembinaan yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara berimbang. Salah satu metode yang mampu meningkatkan kualitas SDM Polri adalah dengan memberikan pelatihan Public Speaking. Kemampuan public speaking bukan hanya miliknya para presenter dan pembawa acara. Sebagai abdi negara personel Polri perlu memiliki kemampuan berbicara yang baik di depan umum. Public speaking penting bagi anggota kepolisian agar bisa memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan bisa mendekatkan sosok polisi kepada masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut di atas, untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan membangun public trust, maka seluruh personel Polri dipandang perlu untuk memiliki kemampuan Public Speaking yang baik. Mata pelajaran Public Speaking sangat penting untuk dipelajari oleh penulis sebagai peserta didik Sespimmen Dikreg ke-58 T.A. 2018, yang nantinya dapat diterapkan dalam melaksanakan tugas pokok sebagai abdi Negara, dan juga dapat menularkan ilmu Public Speaking ini kepada personel lainnya ketika bertugas di satuan kewilayahan. Penyelenggaraan pelatihan public speaking merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam upayanya meningkatkan kemampuan anggota terkait dengan penciptaan berbagai langkah positif dan taktis dalam membanngun opini public yang menguntungkan bagi institusi polri, serta melatih keterampilan personel agar mampu dan cakap membaca situasi, permasalahan yang muncul dalam masyarakat.

Maraknya penyebaran isu-isu sensitif seperti SARA, berita negative, hoax, adu domba, propaganda, dan lainnya di tengah-tengah masyarakat khususnya di media sosial semakin meresahkan dan menambah mudahnya doktrin radikalisme menyebar dan diakses oleh masyarakat, hingga masyarakat rentan terkena dampaknya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh Polri dalam mengcounter isu-isu sensitif adalah dengan melakukan sosialisasi dan uoaya counter. Kapolres sebagai pimpinan tertinggi di satuan wilayah setingkat Kota/Kabupaten harus mampu menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan ujung tombak Binmas dan Humas dalam peningkatan manajemen media.

. Kemampuan Public Speaking yang baik, akan memudahkan masyarakat untuk mencerna dan menerima informasi yang akan disampaikan oleh Polri serta mampu menginformasikan kinerja Polri dengan baik. Public speaking sangat bermanfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Oleh karena Implementasi Public Speaking perlu dilakukan oleh seorang Kapolres di wilayah kerjanya. Sebelum membahas manfaat dan implementasi, akan dibahas dulu sedikit tentang public speaking.

  1. Public Speaking

Menurut Verderber dan Sellnow (2008) Public Speaking adalah percakapan, presentasi secara oral yang biasanya disampaikan secara formal dalam kondisi audiencenya dihimpun dalam konteks yang formal untuk mendengarkan atau selama percakapan informal. Kemudian menurut Ys.Gunadi dalam Himpunan Istilah Komunikasi, public speaking adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan mengenai suatu hal atau topik di hadapan banyak orang dengan tujuan mempengaruhi, mengajak, mendidik, mengubah opini, memberikan penjelasan, dan memberikan informasi kepada masyarakat di tempat tertentu. Sedangkan menurut David Zarefsky, dalam Public Speaking Strategic for Success; “Public speaking is a continuous communication process in which messages and signals circulate back and forth between speaker and listeners” (sebuah proses komunikasi berkelanjutan, di mana pesan, simbol (komunikasi) dan makna tambahan antara pembicara dan para pendengarnya).

Dari definisi di atas, dapat kita simpulkan bahwa public speaking adalah tindakan berbicara di depan umum dengan menggunakan komunikasi oral dengan tujuan untuk memberi informasi, mempengaruhi (mempersuasi) dan/atau menghibur audiens. Dalam public speaking ada beberapa metode penyampaian yang dapat digunakan dan perlu dikuasai personel, yaitu:

  1. Manuskrip, yaitu Penyampaian public speaking dengan membacakan naskah secara lengkap;
  2. Memoriter, yaitu penyampaian public speaking dengan mengingat kata demi kata dari naskah yang telah dipersiapkan;
  3. Impromptu, yaitu penyampaian public speaking dengan mengungkapkan materi secara spontan dan tanpa persiapan; dan
  4. Ekstempore, yaitu penyampaian public speaking dengan mempersiapkan pesan berupa outline dan penunjang pokok pembahasan.

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan oleh seorang personel polri dalam melakukan public speaking, yaitu:

  1. Pesan Verbal. Suara merupakan hal terpenting dalam public speaking, ekspresi suara dapat menunjukkan karakter dalam presentasi (Pitch, Pace/Speed, dan Phrasing). Kunci ekspresi suara harus: Terdengar, Jelas, Indah, Pengucapan Benar, dan berjiwa/hidup.
  2. Pesan Non Verbal. Pesan Nonverbal diklasifikasi menjadi 7 yaitu: Kinesik (gerak tubuh termasuk ekpresi wajah, mata, dan gestur), Proksemik (pengaturan jarak dan ruang), Paralinguistik (berhubungan dengan cara mengucapkan pesan verbal), Artifaktual (penampilan, tubuh, pakaian, kosmetik, assesoris), Olfaksi, Sensitivitas kulit dan temperature, dan Warna.
  3. Media dan manfaat Public Speaking

Selain Public Speaking langsung di depan public (public address), sebuah Public speaking juga dapat disampaikan pada pendengar/audience melalui media contohnya: melalui suara, radio, televisi, dan multimedia. Media menjadi penting karena selain sebagai sarana untuk menyampaikan public speaking, media juga berpengaruh terhadap perkembangan kejahatan di masyarakat.

Saat ini pengguna internet khusunya yang mengakses jejaring sosial termasuk media sosial sangat tinggi di Indonesia. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Polri dalam memanfaatkan media. Peluang karena akan semakin mudah memberikan informasi kepada masyarakat dalam upaya membangun public trust. Menjadi tantangan karena pengawasan terhadap penggunaan media sosial harus ditingkatkan yang otomatis kemampuan personel harus meningkat juga.

Beberapa manfaat public speaking dalam mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian adalah sebagai berikut:

  1. Mampu menciptakan berbagai langkah positif dan taktis dalam membangun opini public yang menguntungkan;
  2. Melalui public speaking, Polri bias menyampaikan ide/pemikiran kepada masyarakat dengan efektif dan respektif;
  3. Mempermudah sampainya suatu informasi, pesan, materi, kepada masyarakat secara lebih efektif dan efisien;
  4. Mendongkrak citra Polri dan membentuk opini public yang positif sehingga public trust meningkat.
  5. Implementasi Public Speaking

Berdasarkan pembahasan di atas, maka seorang Kapolres perlu untuk mengimplementasikan pengetahuan dan kemampuan Public Speakingnya agar sosiasialisasi dan pemberian informasi kepada masyarakat dapat terlaksana dengan baik serta mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan media.

Langkah Implementasi Public Speaking adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Public Speaking personel, melalui pelatihan/training, dengan harapan personel memiliki kemampuan dan pengetahuan public speaking yang baik, sehingga masyarakat dapat menerima informasi dengan baik;
  2. Meningkatkan kerjasama dengan media, yaitu TV, media online, ataupun media cetak, dengan cara membuat MoU, meningkatkan koordinasi secara terjadwal, dan lain-lain;
  3. Kapolres dalam waktu tertentu terjun membantu personel dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dengan harapan dapat memberi contoh Public Speaking yang baik; dan
  4. Menginstruksikan kepada Kasubbag Humas agar memanfaatkan media social dan media online (web/situs Polres) yang berisikan public speaking Kapolres terkait isu-isu terkini maupun klarifikasi terhadap pemberitaan serta memberikan informasi kepada masyarakat.

 

  1. Simpulan

Public speaking merupakan kemampuan yang perlu dimiliki oleh seluruh personel Polri, karena Polri merupakan institusi yang langsung bersinggungan dengan masyarakat. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, opini public dapat terbentuk melalui komunikasi yang baik. Pelatihan public speaking adalah upaya meningkatkan kemampuan anggota terkait dengan penciptaan berbagai langkah positif dan taktis dalam membanngun opini public.

  1. Rekomendasi

Merekomendasikan kepada Kapolda up. Karo SDM untuk menyelenggarakan pembinaan secara khusus kepada personel utamanya Humas dan Binmas tentang peningkatan kemampuan Public Speaking.

Penulis : AKBP Agus Siswanto, SH, S.I.K, MH

Serdik 201803002012

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password