Brimob Siaga Terhadap Organisasi Radikal dan Anti Pancasila

Balikpapan – Maraknya Organisasi-organisasi Radikal dan Anti Pancasila yang tumbuh berkembang di Negara ini menjadi perhatian yang sangat serius bagi Pemerintah Indonesia dan Polri Pada khususnya. Apabila tidak ditangani dengan serius organisasi-organisasi ini dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

Dalam rangka mendukung Quick Wins Program 1 Triwulan II Tahun 2017 Personel Batalyon A Pelopor melaksanakan latihan kemampuan Brimob di seputaran wilayah hukum Kota Balikpapan. Senin, (15/5/2017)

Adapun Tema yang diusung dalam Quick Wins Program 1 adalah “Penertiban Dan Penegakkan Hukum Bagi Organisasi Radikal Dan Anti Pancasila”, Kegiatan latihan berlangsung selama 9 hari, dimulai dari tanggal 8 hingga 16 Mei 2017 dan di ikuti oleh 100 Personel Batalyon A Pelopor.

Organisasi  radikal dan anti Pancasila terbentuk berdasarkan perasaan positif seseorang atau golongan terhadap segala sesuatu yang bersifat ekstrim sampai ke akar-akarnya, hal ini akan mendorong perilaku individu untuk membela secara mati-matian mengenai suatu kepercayaan, keyakinan, agama atau ideologi yang di anutnya, serta paham yang tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara dapat mengakibatkan pemberontakaan dan perpecahan bagi Bangsa Indonesia.

Danyon A Pelopor AKBP Dieno Hendro Widodo, SIK mengatakan bahwa dalam latihan ini diharapakan anggota dapat menambah pengetahuan serta ilmu tentang penertiban dan penegakkan hukum bagi organisasi radikal dan anti pancasila. “Setelah berhasil dalam penugasan Operasi Tinombala 2016, diharapkan kedepannya Satbrimob Polda Kaltim dapat melaksanakan Tugas Operasi dengan baik.” Ujar Danyon A Pelopor AKBP Dieno Hendro Widodo, SIK sebagai penanggung jawab kegiatan latihan ini.

Di lain kesempatan Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Heri Heryandi, SIK mengatakan bahwa Radikal dianggap berbahaya karena dapat memicu kegiatan atau sebuah aksi yang berujung pada konflik, dan tidak heran jika aliran radikal ini dikaitkan dengan aksi terorisme. Karena jika tidak sependapat dengan mereka akan dimusuhi bahkan akan dibunuh. Namun masih perlu diingat bahwa kata dasar radikal tidak sama sekali berarti dengan islam ataupun terorisme. “Jadi saya harapkan adanya kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan Polri dalam melawan paham radikal dan anti pancasila agar tidak tumbuh dan  berkembang hingga menjadi organisasi yang dapat memecah belah Bangsa Indonesia. “Tambah Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Heri Heryandi, SIK.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password